Sampul anak palopocommunity

Sampul Anak Palopo Community dibuat Stiker yang telah di gunakan dalam penggalan dana awal pada sebuah Bakti Sosial pada Akhir Tahun 2012

logo anak palopo

Yang telah di gunakan sebagai sampul dan Logo dalam pengukuhan AD/ART Anak Palopo yang di adakan pada tanggal 27 Januari 2013

stiker anak palopo

Gambar ini di buat untuk Stiker yang telah di gunakan dalam penggalan dana awal pada sebuah Bakti Sosial pada Akhir Tahun 2012

Peserta mubes anak palopo

Sebagian dari peserta dalam Mubes Anak Palopo yang di adakan di depan rumah ketua pada waktu Minggu 27 Januari 2013

Baksos Anak Palopo

Baksos Anak Palopo Community yang di adakan pada tanggal 29 Desember 2012 bertempat di Panti Asuhan Nur Ilahi dan beberapa tempat lainnya

Kamis, 04 April 2013

 Rusuh di Palopo, Kerugian Capai Rp 100 Miliar



 Wakil Wali Kota Palopo Andi Rahmad Bandaso, menaksir kerugian yang diakibatkan pembakaran di Kota Palopo, Minggu kemarin, mencapai Rp 100 miliar.

Namun, hingga hari ini pemerintahan setempat masih melakukan penghitungan kerugian untuk mengetahui angka pasti. Seperti yang diberitakan, pembakaran terjadi  pada kantor Sekertaris Daerah dan Dinas Perhubungan yang lokasinya berada di Kantor Wali Kota, serta kantor kecamatan Wara Timur.

"Saat ini kami sedang menghitung kerugian, yang adalah mempercepat pelayanan masyarakat," ungkap Rahmat, Selasa (2/4/2013).

Menurut Rahmat, jika angka kerugian pasti telah didapatkan, maka akan disusul dengan pengajuan anggaran perbaikan ke Provinsi Sulawesi Selatan dan juga Pemerintah Pusat.

Sejauh ini, walaupun beberapa gedung perkantoran kondisinya tidak bisa lagi digunakan karena terbakar, namun Rahmat tetap menginstruksikan pegawai untuk tetap masuk kerja. "Saat ini pelayanan kami pindahkan ke kantor balai kota, agar pelayanan tetap jalan seperti biasanya," tambah Rahmat. 

 Ini Penyebab Kerusuhan di Palopo



Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Selatan siap mengusut penyebab kerusuhan pilkada di Kota Palopo. DPW PKS menilai Pilkada Palopo didalangi tindak kecurangan oknum tertentu.
Beberapa jam lalu, kantor Golkar Palopo dibakar oknum tertentu. Selain itu, ruangan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kantor Wali Kota Palopo, dan dua kendaraan dinas yang terparkir di halaman kantor tersebut juga dibakar massa.
Belum berhenti di kantor tersebut, kantor Camat Wara Timur Palopo dan Kantor Pos Palopo juga dibakar massa yang diduga pendukung kandidat tertentu. Aparat kepolisian dikabarkan ngoyoh mengamankan aksi massa tersebut.
"DPW PKS sangat menyesalkan terjadinya kerusuhan di Kota Palopo dan meminta kepada semua pihak agar dapat menahan diri dan DPW PKS akan melakukan investigasi terhadap penyebab kerusuhan ini," kata Ketua DPW PKS Sulsel Andi Akmal Pasluddin saat mengonfirmasi Tribun via telepon selulernya, Minggu (31/3/2013).

Akibat tidak jujur
Menurut Wakil Ketua DPRD Sulsel ini, kerusuhan diduga akibat pilkada yang tidak berjalan jujur dan merugikan salah satu pihak. Tindak anarki massa menyusul keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palopo yang menetapkan pasangan Judas-Akhmad (JA) sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo terpilih.
Ketua KPU Palopo Maksum Runi mengatakan, dari hasil rekapitulasi, pasangan JA memperoleh 37.469 suara. Sementara pasangan Hati 36.731 suara. PKS mengusung Hati.
Dari hasil rekapitulasi tersebut, pasangan JA mengungguli Hati dengan selisih suara sebanyak 738 suara. Partisipasi pemilih 69,11 persen. (Sud/Ilo)
Berikut hasil rekapitulasi per kecamatan Pilkada Palopo.
Telluwanua   :  JA 2.855  Hati 3.519
Bara             : JA 5.955 Hati 5.540
Waru            : JA 4.620 Hati 4.771
Wabar          : JA 2.485 Hati 2.529
Mungkajang :  JA 2.133 Hati 1.710
Wara            : JA 6.612 Hati 7.345
Sendana      : JA 1.717 Hati 1.349
Warsel         : JA 2.904 Hati 2.292
Wara timur   : JA 8.188 Hati 7.676
 
Sumber :

bis terbakar



Pasca insiden kericuhan, pasca pleno rekapitulasi suara Pemilukada Palopo putaran kedua, Kepolisian Resor Palopo menetapkan status keamanan di daerah ini siaga 1.

Kapolres Palopo AKBP Endang Rasyidin mengatakan pengamanan dan status keamanan ditingkatkan menyusul terjadinya insiden pembakaran sejumlah kantor pemerintah dan kantor media oleh massa pendukung salah satu calon kandidat kepala daerah Palopo yang dinyatakan kalah.

Endang mengatakan, dalam rangka keamanan wilayah Kota Palopo, pihaknya telah mendapatkan bantuan personel pengamanan dari TNI, Satuan Brimob Polda Sulselbar, dan personel kepolisian dari Polres tetangga lainnya.

Selain menetapkan status siaga 1, polisi juga mewarning untuk melakukan tindakan tegas berupa tembak ditempat bagi pelaku kerusuhan.
Untuk diketahui, pasca Pleno KPU Kota Palopo tentang hasil rekapitulasi suara tingkat Kota Palopo, siang tadi, massa pendukung salah satu calon marah dan menilai pihak penyelenggara Pemilukada Palopo sengaja melakukan pembiaran atas dugaan tindakan penggelembungan suara yang dinilai menguntungkan salah satu calon.

Akibat kemarahan tersebut, massa membakar dan merusak sejumlah bangunan, seperti Sekretariat Kota Palopo, Kantor Dinas Perhubungan Kota Palopo, Sekretariat DPD II Partai Golkar Palopo, Kantor Camat Wara Timur, Kantor Panwaslu Palopo, Kantor Redaksi Harian Palopo Pos, Perwakilan Harian Fajar, dan kantor Biro SINDO.  Selain itu massa juga membakar sejumlah kendaraan berpelat merah yang terparkir di sekitar kantor pemerintahan tersebut.




Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar mengecam keras aksi penyerangan dan pembakaran kantor harian Palopo Pos dan kantor Harian Fajar biro Palopo, terkait kisruh Pilwalkot Palopo, yang terjadi siang tadi, minggu siang, pasca penetapan pemenang Pilwalkot Palopo putaran kedua yang memenangkan Judas Amir dan Ahmad Syarifuddin (JA).

Hal ini disampaikan Ketua AJI Makassar, Mardiana Rusli dalam rilisnya pada detikcom. Menurut Mardiana, sebelum peristiwa terjadi pihak Palopo Pos mendapatkan teror via sms dan telepon yang menyebutkan kantor berita itu akan dibakar.

"Mereka melaporkan aksi teror tersebut ke aparat Kepolisian dan TNI. Namun, semua aparat terkonsentrasi di kantor Walikota. Pihak redaksi Palopo Pos membantah jika media mereka dianggap tidak netral dan memihak salah satu pasangan kandidat, isu tersebut sengaja dihembuskan provokator," tutur Mardiana yang koresponden ANTV di Makassar ini.

Atas peristiwa tersebut, AJI Makassar meminta polisi menangkap dan menyidik para pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Karena hal ini, lanjut Mardiana, merupakan tindakan kriminalisasi terhadap dunia pers dan melecehkan Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang melindungi hak wartawan untuk menjalankan pekerjaannya.

“Menganiaya, mengancam,dan merampas alat kerja wartawan adalah tindak pidana, dan polisi harus menangkap serta menyidik para pelaku, sebaliknya Jurnalis harus memberitakan yang sebenarnya dan porsi yang imbang. Sehingga publik melihat media tidak berpihak, dalam keadaan genting dan gawat, jurnalis tidak boleh memanaskan keadaan sehingga dapat membuat situasi jadi destruktif," tandas Mardiana.

Sumber : detiknews.com

Kronologi Pembakaran Kantor DPD Golkar



Pembakaran kantor DPD Golkar di Palopo dipicu hasil rapat pleno KPU yang menetapkan Judas Amir-Ahmad Syaifuddin sebagai pemenang Pemilihan Wali Kota Palopo.

Sejak Minggu (31/3/2013) subuh, massa dua pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo yakni Haidir Basir-Thamrin Jufri dan Judas Amir-Ahmad Syaifuddin sudah memadati jalan-jalan di sekitar lokasi kantor KPUD Palopo. Mereka menantikan rapat pleno penetapan pemenang Pilwakot Palopo.

Setelah KPUD mengumumkan pemenang Pilwakot Palopo adalah Judas Amir-Ahmad Syaifuddin, massa pendukung salah satu calon mengamuk. Sekitar pukul 13.30 siang, mereka menyerbu kantor DPD Partai Golkar yang tidak jauh dari Kantor KPUD Palopo di Jenderal Sudirman.

Awalnya massa hanya melempar batu ke arah kantor yang mengakibatkan kaca pecah. Namun, aksi anarkis mereka meningkat dengan membakar kantor.

Berselang beberapa menit kemudian, kantor Wali Kota Palopo yang berlokasi sekitar dua ratus meter dari Kantor DPD Golkar, juga dibakar.

Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait aksi pembakaran kantor Golkar dan kantor wali kota tersebut. Hingga pukul 14.30 Wita, massa masih berkonsentrasi di beberapa titik kota Palopo. Suasana kota ini terlihat mencekam.

Sumber : KOMPAS.com

Sekretariat Kota Palopo Juga Ikut Dibakar Massa


Aksi anarkistis warga yang menolak hasil pleno rekapitulasi suara di kantor KPU Palopo terus terjadi. Bahkan, setelah membakar Kantor DPD II Golkar Palopo, warga terlihat juga sudah membakar Sekretariat Kota Palopo. 


Pantauan luwuraya.com, api terlihat membakar di bagian utara dan selatan Sekretariat Kota Palopo. Selain membakar gedung, massa juga membakar satu unit bus perintis yang terparkir tepat di belakang Sekretariat Kota Palopo, dan satu unit mobil Satpol PP Palopo. 

Massa juga melempari armada pemadam kebakaran yang mencoba datang untuk memadamkan api. Hingga berita ini diturunkan, bentrokan massa masih terus terlihat. Bahkan tidak hanya berhadapan dengan polisi, sesama pendukung pasangan calon juga tampak sudah berhadap-hadapan. (b)




Kantor Golkar Palopo Dibakar Massa

Ketidak puasan atas hasil rekapitulasi suara yang digelar KPU Kota Palopo, siang ini, membuat protes warga pendukung salah satu calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo, berujung bentrok. Bahkan, warga terlihat bertindak anarkistis. 

Reporter Luwuraya.com di lapangan melaporkan saat ini satu unit bangunan, yakni Kantor DPD II Golkar Palopo yang bersebelahan dengan Kantor KPU Palopo, sudah dibakar massa. Massa yang kecewa melakukan tindakan yang anarkistis dengan membakar gedung tersebut. 

Tampak asap hitam mengepul ke udara akibat pembakaran gedung tersebut. Dua unit armada pemadam kebakaran Kota Palopo sudah diturunkan untuk memadamkan api tersebut. 

Sementara itu, konsentrasi massa masih terlihat di depan Kantor Wali Kota Palopo, berhadapan langsung dengan petugas kepolisian yang tampak terkonsentrasi di depan kantor BNI Palopo. (b)

Ratusan Massa Mulai Kepung Kantor KPU Palopo







Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palopo yang terletak di Jalan Andi Djemma mulai dikepung ratusan massa. Pantauan luwuraya.com massa yang diduga pendukung salah satu calon Wali Kota Palopo ini akan melakukan aksi demonstrasi di Kantor KPU Palopo saat rekapitulasi suara dilakukan, Minggu (31/3/13).


Sementara itu, akses jalan menuju Kantor KPU Palopo saat ini sudah ditutup untuk umum, Polisi menutup jalan masuk KPU menggunakan kawat duri.

Massa yang tadinya berkonsentrasi di depan Bank BNI bergerak menuju lapangan Pancasila.
Kapolres Palopo, AKBP Endang Rasyidin yang dikonfirmasi belum lama ini mengatakan pihaknya dalam melakukan pengamanan pleno KPU akan mengedepankan persuasif dan sebisa mungkin menghindari tindakan represif.(b)

Sumber : luwuraya.com


Kantor Camat Wara Timur Dilempari Molotov



Suasana panas saat proses rekapitulasi suara di kantor Kecamatan Wara Timur, membuat proses rekapitulasi dihentikan dan dipindahkan ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palopo.

Pasalnya, warga yang melakukan protes di luar gedung sudah melakukan tindakan anarkistis, dan bahkan melemparkan bom Molotov ke arah gedung Kantor Camat Wara Timur.

Pantauan luwuraya.com, massa yang jumlahnya diperkirakan ratusan orang ini terus beringas dan puncaknya Kantor Kecamatan Wara Timur dilempari bom Molotov.

Personil Satuan Brimob (Satbrimob) yang melakukan pengamanan langsung menghalau massa dengan menembakkan gas air mata. Setelah massa terpukul mundur Polisi langsung memadamkan api yang sudah mulai membakar bagian belakang Kantor Camat. Saat itu juga kotak surat suara langsung diangkut keluar dan dinaikkan ke mobil truk Polisi dan dibawa ke Kantor KPU Palopo. (b)

Sumber  :luwuraya.com

T I M E

Popular Posts

Labels

Followers

Pengunjung

obrolan

Anak Palopo. Diberdayakan oleh Blogger.
Anak Palopo Community © 2013 Created by Emon Tok